Penulisan Buku 'PAKET'

W
ell, tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa mereka ‘suka’ membaca, membaca apa saja termasuk papan iklan di pinggir jalan. Tidak sedikit juga orang-orang yang ‘gemar’ membaca sampai mereka memiliki satu ruangan penuh berbagai jenis buku, meskipun tidak semua buku yang mereka miliki mereka baca. Saya yang gemar membaca buku pun memiliki beberapa buku yang belum pernah saya baca satu kali pun. Sangat disayangkan memang, mengingat banyak penulis yang merelakan banyak waktu mereka untuk menulis buku-buku itu dan tentu saja uang yang saya keluarkan untuk membelinya. Buku-buku seperti novel, komik, buku-buku sejarah yang menegangkan hingga buku-buku ilmiah yang sangat menyenangkan untuk dibaca merupakan buku-buku yang memang menjadi alasan sebagian orang untuk membaca. Namun sadarkah kita bahwa saat kita bersekolah selama hampir 12 tahun kita juga memiliki buku yang selalu kita gunakan dalam pembelajaran di dalam kelas? Ya, mereka adalah buku-buku pelajaran atau dulu kita sering menyebutnya “buku paket”.

Buku paket ini atau selanjutnya saya menyebutnya dengan buku teks pelajaran merupakan buku yang kita gunakan dalam proses pembelajaran di dalam kelas sebagai salah satu sumber belajar utama yang berisi materi-materi pembelajaran. Dalam penyusunannya buku teks pelajaran ini tentu saja berbeda dengan penyusunan buku-buku lain seperti novel atau buku cerita bebas lainnya.

Buku-buku novel atau karangan lain dapat dibuat oleh siapa saja bahkan seperti saat ini, diary seseorang pun dapat diterbitkan dan banyak peminatnya. Saya sendiri heran, buku bacaan itu dapat diminati banyak kalangan yang bahkan menurut saya buku itu terkadang tidak mendidik sama sekali. Well, saya tidak akan membahas mengenai buku-buku lelucon itu sekarang. Kembali ke topik, buku teks pelajaran tidak dibuat sembarangan atau asal-asalan, buku ini haruslah dibuat sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

Buku Teks Pelajaran menurut Kementerian Pendidikan Nasional yang tercantum dalam Permendiknas Nomor 2 Tahun 2008 adalah buku acuan wajib untuk digunakan di satuan pendidikan dasar dan menengah atau perguruan tinggi yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, dan kepribadian, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kepekaan dan kemampuan estetis, peningkatan kemampuan kinestetis dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan. Karena buku teks pelajaran ini akan digunakan di banyak sekolah maka buku teks pelajaran juga harus berisi tujuan pembelajaran yang sesuai dengan sasaran buku itu juga tujuan pendidikan nasional. Selain itu, dalam penulisan buku teks juga harus relevan dengan tiga prinsip yakni; prinsip relevansi yang mengharuskan buku teks pelajaran untuk sesuai atau terkait dengan standar kompetensi yang nantinya akan dapat dicapai oleh sasaran buku. Buku teks pelajaran tidak asal dibuat untuk digunakan tanpa akan menghasilkan apa-apa dari sasarannya. Kedua yaitu prinsip konsistensi bahwa buku teks pelajaran harus konsisten terhadap bahasan atau materi yang ada di dalamnya dan  harus sama dengan kompetensi yang ada, artinya adalah apa yang diminta itulah yang diberikan. Selanjutnya prinsip kecukupan menganjurkan bahwa materi yang ada hendaknya tidak dilebihkan atau dikurangi dan harus bisa mencukupi bagi peserta didik untuk mencapai kompetensi mereka.

Nah, dalam penulisan dan penyusunannya,  buku teks pelajaran tidaklah dibuat dengan semabarangan, buku-buku itu harus sesuai dengan standar pendidikan nasional untuk dapat disebut sebagai buku teks pelajaran dan digunakan di sekolah-sekolah. Ada 5 aspek yang yang menjadi ketentuan dalam penulisan dan penyusunan buku teks pelajaran, yaitu;
1.    Apsek Materi/isi
Jika dalam buku-buku  cerita isinya dapat berupa berbagai macam informasi, tidak dengan buku teks pelajaran. Materi/bahan pelajaran yang disajikan dalam buku teks pelajaran harus sesuai dengan kurikulum, relevansi materi ditinjau dari segi tujuan pendidikan, kebenaran materi ditinjau dari segi ilmu Bahasa dan sastra, dan materi pokok haruslah sesuai dengan perkembangan kognitif sasarannya. Dalam aspek ini juga mencakup;
a.    Kriteria materi harus spesifik, jelas, akurat dan up to date.
b.    Informasi yang disajikan harus bermakna.
c.     Kosakata, struktur kalimat, panjang paragraf, dan tingkat kemenarikkan sesuai dengan minat dan kognisi siswa.
d.    Perincian materi harus sesuai dengan kurikulum.
e.    Perincian materi harus memperhatikan keseimbangan dalam penyebaran materi, baik yang berkenaan dengan pengembangan makna dan pemahaman, pemecahan masalah, pengembangan proses, latihan dan praktek, tes keterampilan maupun pemahaman.
2.    Aspek Penyajian materi
Penyajian materi merupakan aspek yang harus diperhatikan jika mau buku teks pelajaran yang dibuat mampu menarik perhatian, mudah dipahami, dan dapat membangkitkan kreatifitas siswa. Aspek ini berkenaan langsung dengan tujuan instruksional, keteraturan urutan dalam penguraian materi, kemenarikkan minat dan perhatian sasaran, hubungan antar materi serta latihan dan soal sehingga penyajian buku teks pelajaran haruslah disusun secara sistematis. Aspek ini mencakup:
a.    Materi harus disajikan secara teratur dan berurutan
b.    Materi dapat memperkuat materi lain dan bersifat kontekstual
c.     Menarik minat dan perhatian sasaran
d.    Menantang dan merangsang untuk dibaca dan dipelajari
e.    Mengacu pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor
f.     Penyajian yang menggunakan bahasan ilmiah dan formal
3.    Aspek Bahasa
Bahasa menjadi satu aspek terpenting dalam penulisan buku teks pelajaran, karena Bahasa merupakan sarana penyampaian dan penyajian materi, jadi para penulis harus bisa menyesuaikannya dengan tingkat berpikir sasarannya. Oleh sebab itu materi/isi buku teks pelajaran haruslah mudah dibaca (berhubungan dengan tipografi), menarik, dan sesuai dengan EYD dan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika isi buku teks pelajaran berupa teks terjemahan, maka keseluruhan isinya haruslah menggunakan Bahasa yang baku dan dibuat semudah mungkin untuk dapat dipahami.
4.    Aspek Grafika/ilustrasi
Dalam buku komik, keseluruhan buku berisi ilustrasi atau gambar yang beralur dan saling berhubungan. Hal itu yang membuat komik sangatlah menarik untuk dibaca, karena visualisasinya begitu jelas. Begitu pula dalam buku teks pelajaran, buku itu harus diberikan ilustrasi untuk memperjelas materi sehingga mempermudah mereka memahami materi dengan baik. Ilustrasi yang diberikan juga harus sesuai dengan materi yang sedang disajikan, tidak menggunakan gambar yang berbau sara/pornografi dan menggunakan gambar dengan resolusi yang berkualias, serta gambar harus diseuaikan dengan sasarannya.
5.    Aspek Keamanan
Dalam aspek ini mengharuskan isi buku teks pelajaran untuk sesuai dengan nilai budaya, norma, dan moral serta ketentuan peraturan dan perundangan yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kesalahan dalam penyampaian materi dan membuat buku teks pelajaran yang disajikan berisi hal-hal yang aman dan dapat digunakan dengan baik.

Buku Teks Pelajaran disusun secara sistemik dan sistematik, langkah-langkah yang dilakukan mulai dari analisis, desain, pengembangan, uji coba atau revisi, evaluasi hingga implementasi. Hal ini dilakukan agar buku teks pelajaran yang dibuat berkualitas dan maksimal.
  1. Analisis Kebutuhan, pada tahap ini penting untuk mengetahui kondisi dan situasi serta minat dan motivasi sasaran, agar isi buku sesuai dengan apa yang mereka butuhkan dan sesuai dengan kompetensi yang ada.
  2. Mendeskripsikan Sasaran, buku teks pelajaran haruslah disesuaikan dengan karakteristik sasaran agar dapat digunakan dengan baik dan mampu memenuhi tujuan.
  3. Kerja sama dengan ahli bidang studi. Untuk dapat menghasilkan buku pelajaran yang berkualitas, isi dari buku itu pun harus bermakna dan dapat dipertanggungjawabkan.
  4. Menuliskan kompetensi yang akan diukur. Tahap ini termasuk merumuskan kompetensi apa yang dapat dicapai oleh sasaran selama mereka menggunakan buku teks pelajaran yang mereka gunakan.
  5. Mengidentifikasi jenis belajar, pemilihan metode dan media, dan peta belajar.
  6. Menentukan struktur pelajaran dan desain pertanyaan
  7. Layout-ing halaman sebaiknya dibuat secara sistematis dan teratur.
  8. Melakukan evaluasi dan uji coba buku teks pelajaran.

Buku teks pelajaran tidaklah mudah untuk dibuat, proses penyusunannya haruslah sistematis untuk bisa menghasilkan buku yang berkualitas. Nah, untuk mampu menghasilkan buku yang baik itu buku haruslah dibuat agar menarik perhatian, dengan membuatnya terlihat ‘cantik’, enak dan mudah dibaca serta dipahami dengan menggunakan Bahasa yang baku, jelas, efisien, dan tidak berbelit, serta sesuai dengan tujuan buku itu sendiri. Kesemua hal ini tidaklah mudah dilaksanakan, para penulis buku  teks pelajaran harus benar-benar memperhatikan bagaimana membuat buku yang dapat digunakan di banyak sekolah dengan karakteristik sasaran yang beraneka ragam.


Sumber:
Sitepu, Bintang P. 2012. Penulisan Buku Teks Pelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.


0 comments: