Project Shade 02

Here's some of my artwork. For requested artwork and more info click the contact button at the top of my page. Don't forget to follow me on my social account, click the icon at the bottom of my page. :)
Requested by Ellis Khairunnisa designed by Hadiansyah using Adobe Illustrator CS6

Requested by Suciananel Fitriani designed by Hadiansyah using Adobe Illustrator CS6

0 comments:

One of the Boss

Ini bukan fiksi tentang seseorang. Tetapi, sebuah kisah tentang seorang pejuang. Bukan, ia bukan pejuang seperti yang kau pikirkan. Ia yang berani, ia yang paling peduli, ia yang kami kagumi, ia adalah pemimpin kami. Bagi kami, ia adalah anugerah, ia adalah berkah. Seorang pemimpin yang mampu menaungi, yang menjadi panutan kami.
Jangan pernah menyesal menjadi seorang pemimpin, hai kawan. Karena kau adalah karunia tuhan, untuk kami, untuk membimbing kami. Semoga diusiamu yang semakin berkurang, menjadikanmu individu yang bersahaja, yang berwibawa, yang mampu  menjadi pemimpin yang sesungguhnya di masa depan. We love you, God bless you, My Boss!


Designed by Hadiansyah, using Adobe Photoshop CC.

0 comments:

Project Shade 01

Boleh saya bilang, kalau saya seorang desainer grafis? haha never mind.
Belajar bukanlah tentang mendapatkan sesuatu lalu melupakannya begitu saja. Kamu belum belajar kalau belum ada perubahan berarti dalam dirimu. Belajar bukan tentang, aku memberi ini dan kamu menerimanya begitu saja, belajar adalah tentang menjadi baik, lebih baik untuk diri sendiri dan orang lain.Jadi, kawan, janganlah merasa kamu sudah cukup untuk belajar.




This artwork portrait of me designed using Adobe Photoshop CC 2015

0 comments:

Game: TWO DOTS for Android

Two Dots by Playdots, Inc.

Selalu iri dengan OS sebelah, yang mendapatkan game yang bagus-bagus terlebih dahulu. Well, game cantik yang satu ini harus menunggu beberapa lama untuk dapat dimainkan di gadget saya.

TwoDots, jangan tanya kenapa saya jatuh cinta dengan game yang satu ini. Pertama kali saya memainkannya di iPhone teman saya, saya tidak bisa untuk tidak menyukainya. Saya langsung memuji sang desainer dan sang pemiliki ide game cantik yang satu ini. Saya jatuh cinta dengan desain yang dihadirkan, saya suka dengan backsound yang fun tapi terdengar mampu menenangkan. Mata saya seperti dimanjakan dengan keunikan dan kecantikan TwoDots. Tidak mau kalah, saya ubek-ubek Playstore, sayangnya pengembang game ini belum menghadirkan TwoDots untuk Android. Cukup lama saya menunggu, akhirnya saya melihat game cantik ini terpampang di etalase Game Baru Google Play Store. Tanpa ba bi bu saya langsung mendownloadnya. Ukurannya tidak terlalu besar (kurang dari 50MB), menurut saya cukup untuk game bergenre Puzzle dengan desain yang menakjubkan ini.


DESAIN    5/5
Oke, mungkin saya terdengar sedikit objektif, but come on, this game has the most fabulous design ever! Desainnya yang cantik, menarik, unik, dan mampu memanjakan mata saya menjadikan saya memberikan penilaian sempurna. Flat design that use in this game match perfectly. Tidak semua orang mampu mencocokkan warna dengan gambar yang dibuat, but this game designer do it well. Desain pada game ini, menurut hemat saya, menunjukkan keceriaan dan kegembiraan. You'll love to see it, mark my word. Sekilas mungkin game ini tidak akan cocok untuk dimainkan anak-anak yang notabene menyukai sesuatu yang lebih imut dan ceria. Disinilah sasaran game ini, estetika untuk mata dewasa.

  


GAME PLAY    4/5
Pernah memainkan game sejenis Candy Crush atau Farm Heroes? TwoDots tidak jauh berbeda dengan kedua game laris tersebut. Kamu diharuskan menyelesaikan misi untuk dapat lanjut ke level selanjutnya. Yang harus kamu lakukan adalah menghubungkan lingkaran-lingkaran warna kecil (dots) dengan 5 hati/nyawa yang akan meregenasi lagi selama 20 menit.
Game play pada TwoDots memang seperti kebanyakan game Puzzle kebanyakan. yang menarik untuk saya adalah ide yang dihadirkan oleh sang pecetus untuk menjadikan Dots sebagai karakter utama game ini. Dimana kebanyakan game sejenis memunculkan benda-benda atau sesuatu yang terlalu "imut". Sinkronisasi dengan Facebook dan Google Play Game juga memudahkan kita untuk memainkan game ini tanpa takut kehilangan level yang sudah kita mainkan. Selian itu, tingkat kesulitan game ini juga tidak terlalu tinggi, dan dengan adanya bantuan booster box bermain pun akan lebih mudah. Tapi tunggu, Playdots, Inc. terlihat memperhatikan para pemain. Update yang diberikan pada TwoDots cukup pantas untuk ditunggu, dan tingkat kesulian pun menurut saya, akan lebih sukar. 






BACKSOUND    4/5
Tidak berisik, tidak terlalu mendayu, dan tidak monoton. Saat memainkan game ini dengan musik dan sound effect dihidupkan, sangat menyenangkan, dan nyaman. Musik yang dihadirkan tidak kelewat ceria atau terlalu kekanakan. Game ini seperti game sejenis lainnya juga memiliki pos-pos pada tiap level, dimana tiap pos akan memiliki nuansa yang berbeda. Begitu pula dengan musiknya, pada tiap pos akan memiliki musik yang berbeda, dan perkiraan saya salah saat mungkin TwoDots akan menghadirkan musik yang lebih keras dan berisik. Tidak, musiknya tetap dapat membantu menangkan dan nyaman untuk didengar.

KESIMPULAN
Jangan samakan desain game ini dengan Monument Valley. Bagaimanapun saya menyukai keduanya, karena keduanya mampu menunjukkan game cantik saat ini. Bagi pecinta game puzzle, Secara keseluruhan, TwoDots adalah game puzzle biasa seperti game sejenis lainnya. Namun ide dari Playdots, Inc, ini patut untuk diapresiasi dimana mereka mampu memberikan game yang sangat mengesankan dan mampu memanjakan mata dan telinga tanpa terlihat seperti anak-anak.
Have fun and enjoy your adventure with TWO brave DOTS!




Download TwoDots

0 comments:

RESUME BUKU

E-learning and the Science of Instruction

“It’s not the delivery medium, but rather the instructional methods that cause learning”
―   Clark and Mayer (p. 14)



  E-learning adalah primadona dalam pendidikan abad 21. Saat ini, semua orang hidup dalam era tranformasi digital dan dunia pendidikan sedang mengalami revolusi e-learning. Konsep e-learning memberikan kita kesempatan belajar yang efektif, efisien dan menarik (synchronous or asynchronous) melalui teknologi jaringan dan komputer. Saat ini, meskipun e-learning sudah diterima dan dianggap sebagai hal yang umum oleh sebagian orang, dan bahkan telah diterapkan, tetapi konsep e-learning sendiri masih dalam tahap pertumbuhan dan bergerak dengan sangat cepat baik pada teori dan prakteknya. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan yang semakin berkembang untuk dijadikan rujukan dan sumber yang berkaitan dengan e-learning di setiap aspeknya.
Pada buku ini Clark and Mayer mendefinisikan E-learning sebagai pembelajaran yang disampaikan melalui perangkat digital seperti komputer atau perangkat mobile yang ditujukan untuk mendukung pebelajaran. Dalam definisi ini terdapat beberapa elemen mengenai apa, bagaimana dan mengapa e-learnig?
Apa. E-learning mencakup keduanya baik konten (informasi) dan metode pembelajaran (teknik) yang membantu orang untuk belajar. Bagaimana. E-learning disampaikan melalui perangkat digital seperti komputer dan smatphone menggunakan kata-kata dalam bentuk lisan atau cetak dan gambar. Salah satu bentuk e-learning dinamakan asynchronous yang dirancang untuk belajar mandiri. Bentuk lainnya seperti kelas virtual, webinar, atau synchronous yang dirancang untuk pelatihan yang dipimpin oleh seorang instruktur. Mengapa. E-learning ditujukan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran mereka atau meningkatkan kinerja mereka pada suatu organisasi. Lalu, bagaimana e-learning yang efektif, efisien dan menarik ini?

MENERAPKAN PRINSIP MULTIMEDIA
Gunakan kata-kata dan grafik, dibanding kata-kata saja. Clark and Mayer menjelaskan bahwa dalam e-learning akan lebih efektif jika menggunakan kata-kata (baik itu tulisan ataupun lisan) dan grafik (gambar diam, seperti foto dan diagram ataupun grafik dinamis, seperti animasi dan video) bersama-sama daripada menggunakan kata-kata saja. Mereka menunjukkan bahwa menggunakan presentasi multimedia akan mendorong peserta didik untuk terlibat dalam pembelajaran aktif secara psikologis dengan merepresentasikan materi kedalam kata-kata dan gambar dan dengan membuat suatu hubungan antara representasi verbal dan visual. Hal ini juga menjelaskan bahwa orang-orang dapat belajar lebih baik ketika grafik ditambahkan kedalam teks.

MENERAPKAN PRINSIP KEDEKATAN [CONTIGUITY]
Sejajarkan kata-kata dengan grafik yang berkaitan. Berdasarkan prinsip ini, sangat baik untuk mengintegrasikan teks dan grafik (seperti menempatkan kata-kata tercetak berdekatan dengan grafik yang menjelaskannya atau tampilkan kata-kata lisan bersamaan dengan grafik yang berkaitan) sebagimana hal ini mengurangi penggunaan sumber belajar daripada memisahkannya.

MENERAPKAN PRINSIP modalitas
Tampilkan kata-kata sebagai narasi audio daripada teks pada layar. Prinisp ini menyatakan bahwa menggunakan kata-kata singkat dan narasi sudio yang jelas dapat meningkatkan belajar secara signifikan daripada teks pada layar.

MENERAPKAN PRINSIP redundansi
Jelaskan visual dengan kata-kata atau audio: jangan keduanya. Prinsip ini menyarankan untuk menjelaskan suatu tampilan visual dengan kata-kata dalam audio atau teks saja, tetapi tidak keduanya secara bersamaan. Hal ini juga menunjukkan bahwa individu dapat belajar lebih baik dari grafik dan audio bersamaan daripada grafik, audio, dan teks pada layar secara bersamaan, karena hal kedua ini terkesan boros dan dapat memecahkan perhatian individu itu.  Selain itu, prinsip ini juga menganjurkan bahwa keuntungan psikologis dari menampilkan kata-kata dengan audio saja memungkinkan kita untuk menghindari kinerja berlebihan dari saluran visual seseorang.

MENERAPKAN PRINSIP koherensi [kesesuaian]
Menambahkan material dapat mengganggu belajar. Menurut prinsip koherensi, menambahkan berbagai bahan/materi yang tidak mendukung bahkan tidak ada hubungannya dengan tujuan pembelajaran tidak membantu apa-apa. Hal ini menjelaskan bahwa menambahkan hal yang menarik (unsur yang menghibur atau memotivasi seperti ceita yang dramatis, gambar-gambar, atau musik latar) tetapi material yang tidak penting pada e-learnig dapat membahayakan proses belajar.

MENERAPKAN PRINSIP PERSONALISASI
Gunakan gaya percakapan dan coach/pelatih virtual. Prinsip ini mendukung pandangan yang menggunakan penulisan dengan gaya percakapan (termasuk menggunakan bahasa orang pertama dan kedua) dan suara manusia yang ramah. Prinsip ini juga menggarisbawahi bahwa penggunaan coach virtual/agen virtual sangat efektif. Karakter pedagogis pada layar yang membantu untuk mengarahkan/memandu proses belajar selama pembelajaran berlangsung dan mendorong peserta didik untuk terlibat dengan dengan komputer, sebagai rekan percakapan sosial. Dalam hal ini, peserta didik tetap dapat berinteraksi dengan agen virtual tersebut, seperti ia berinteraksi dengan guru di dalam kelas.

MENERAPKAN PRINSIP SEGMENTASI DAN PRA-PELATIHAN
Mengelola kompleksitas suatu pelajaran dengan memecahnya menjadi bagian-bagian. Prinsip ini berfokus pada teknik untuk mengatur proses yang sangat penting, termasuk segmentasi (memecah suatu bahasan menjadi segment-segmen yang dapat dikelola) dan pra-latihan (menyediakan pra-latihan tentang nama dan karakter tentang kata kunci dari suatu konsep).

MEMANFAATKAN CONTOH PADA E-LEARNING
Menerapkan prinsip multimedia untuk pemodelan/contoh kerja, yang digunakan untuk tugas-tugas yang melibatkan pemecahan masalah dan beberapa solusi yang tepat.

Does practice make perfect?
Belajar yang lebih baik biasanya terjadi dengan adanya interaksi dalam e-learning. Jadi, adalah suatu keharusan untuk menyebarkan interaksi melalui lingkungan pembelajaran dan menerapkan prinsip multimedia Mayer untuk rancangan dan tampilan dari interaksi yang ada di e-learning. Di sisi lain, hal ini juga dianggap penting bahwa ketika suatu latihan tidak mengarah pada “kesempurnaan belajar”, membuat latihan yang terdapat umpan balik yang efektif dapat membuatnya “sempurna”. Walau begitu, bukan berarti harus memberikan latihan dalam porsi yang banyak, tetapi secukupnya saja namun dapat meningkakan kinerja.

0 comments:

Merangkum Sejumlah Penelitian dengan

PENELITIAN META-ANALISIS



Berbagai penelitian banyak dilakukan oleh para peneliti untuk mencari suatu kebenaran. Kebanaran yang dihasilkan akan digunakan untuk mencari solusi dari suatu masalah, menjelaskan peristiwa/kegiatan, hingga memprediksi peristiwa apa yang mungkin muncul di masa mendatang. Terlebih dalam dunia pendidikan, dimana para peneliti melakukan berbagai macam penelitian untuk menciptakan pendidikan yang lebih maju dan lebih baik. Dalam buku Educational Technology: A Review of The Research, banyak dikemukakan berbagai macam penelitian dalam Teknologi Pendidikan khususnya di bidang media pembelajaran. Penelitian tersebut banyak dilakukan dengan melakukan penelitian yang baru ataupun menggabungkan/membandingkan berbagai penelitian yang sudah ada dengan permasalahan yang serupa untuk kemudian diteliti kembali. Then, what kind of research is this?


PENELITIAN META-ANALISIS

Banyak penelitian dilakukan oleh seorang peneliti untuk menemukan sesuatu yang baru, namun ketika sebuah temuan diperoleh berulang kali, dalam berbagai kondisi, dapat dipastikan bahwa terdapat prinsip umum didalamnya. Meta-analisis memungkinkan kita untuk membandingkan atau menggabungkan hasil dari satu set penelitian serupa. Dalam penelitian individu, unit analisis adalah pengamatan seseorang. Sedangkan dalam meta-analisis, unit analisis adalah hasil dari penelitian seseorang.

   Glass (1976, p. 3) mendefinisikan meta-analisis sebagai analisis statistik dari berbagai kumpulan hasil analisis dari penelitian individu dengan tujuan untuk mengintegrasikan suatu temuan. Menurut Glass, Meta-analisis (a) menggunakan metode objektif untuk menemukan penelitian yang akan ditinjau kembali; (b) menjelaskan sifat dari suatu penelitian secara kuantitiatif atau semi-kuantitiatif; (c) mengungkapkan pengaruh pemberian treatment dari semua penelitian pada skala umum effect size; dan (d) menggunakan teknik statistik untuk menghubungkan sifat penelitian dengan hasil penelitian.

Istilah meta-analisis berarti 'analisis dari analisis'. Sebuah topik penelitian tertentu mungkin telah dilakukan sebelumnya dan diteliti kembali dengan berbagai cara, misalnya, jumlah sampel yang berbeda, dan dilakukan ditempat yang berbada dalam kondisi lingkungan, sosial dan ekonomi yang berbeda. Terkadang hasilnya tampak konsisten, tetapi belum tentu. Meta-analisis memungkinkan melakukan perbandingan yang lebih teliti daripada dengan “pengamatan” subjektif. Namun, teknik ini bergantung pada semua informasi yang relevan dan tersedia bagi masing-masing penelitian yang dilakukan.


Meta-analisis merupakan suatu metodologi objektif dan kuantitatif untuk mensintesis penelitian sebelumnya dan penelitian dalam topik tertentu kedalam sebuah temuan keseluruhan. Jelas bahwa penelitian meta-analisis menggunakan penelitian-penelitian yang sudah ada sebelumnya untuk diteliti kembali dan dibuat kesimpulan baru yang menyeluruh. Namun, tidak sembarang penelitian yang digabungkan atau dibandingkan, hanya penelitian dengan topik dan permasalahan serupa yang dapat disintetis yang dilakukan secara objektif dan kuantitatif.
Kuantitatif berarti bahwa hasil dari penelitian meta-analisis ini dapat berupa generalisiasi dari suatu penelitian. Dalam meta-analisis, metodologi kuantitatif digunakan untuk mendapatkan suatu generalisasi dari sejumlah besar penelitian yang digabungkan/dibandingkan.
Glass mengungkapkan karakteristik penelitian meta-analisis, antara lain:
a.   Meta-analisis mencakup hasil review.
b. Meta-analisis merupakan penerapan dari alat statistik untuk merangkum suatu data statisik, bukan data mentah.
c. Meta-analisis mencakup sejumlah besar penelitian. Dalam hal ini, jika peneliti hanya melakukan beberapa penelitian maka itu dinamakan mini-analisis.
d. Meta-analisis berfokus pada ukuran dari efek perlakuan, bukan hanya bermakna pada angka-angka statistik.
e. Meta-analisis berfokus pada hubungan antara sifat penelitian dengan hasil penelitian. Tujuannya penelitian meta-analisis tidak hanya meringkas sejumlah besar penelitian saja, tetapi bagiamana sifat dari suatu penelitian dapat mempengaruhi effect size.

Selain itu, Rosenthal (1984), juga menggunakan istilah meta-analisis untuk menjelaskan hampir setiap upaya yang dilakukan untuk menggabungkan dan membandingkan hasil statistik dari 2 atau lebih penelitian. Berbeda dengan Glass, Rosenthal berpendapat bahwa penelitian meta-analisis dapat dilakukan dalam jumlah penelitian yang sedikit. Sutjipto (1995), mengungkapkan bahwa meta-analisis adalah salah satu upaya untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif. Dengan kata lain, rangkuman dari berbagai hasil penelitian ini dapat digabungkan ataupun dibandingkan dengan metode kuantitatif.

Meta analisis pada hakekatnya merupakan sintesis sebuah topik yang diambil dari beberapa laporan penelitian. Berdasarkan sintesis tersebut ditarik sebuah kesimpulan mengenai topik yang diteliti. Penelitian ini menggunakan hasil-hasil penelitian yang sejenis sebagai data dasar dalam melakukan kajian dan kesimpulan. Dalam dunia pendidikan, meta-analisis biasanya digunakan untuk melihat signifikansi suatu treatment/intervensi terhadap subjek pembelajaran, yaitu siswa. Misalnya saja, pengaruh metode pembelajaran, motivasi siswa, sumber belajar terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, meta-analisis juga dapat digunakan untuk penelitian yang bukan desain eksperimen, misalnya saja penelitian deskriptif.
  




TUJUAN PENELITIAN META-ANALISIS

Tujuan utama dari dilakukannya penelitian analisis adalah untuk memberikan ketegasan metodologi yang sama pada tinjauan pustaka yang dibutuhkan dari penelitian eksperimental. Selain itu, penelitian meta-analisis juga dilakukan dengan tujuan untuk :
a. Membentuk data statistik yang bermakna terhadap suatu penelitian dengan hasil penelitian yang bertentangan.
b.      Mengembangkan perkiraan yang lebih tepat dari besarnya efek yang ada
c.     Memberikan analisis yang lebih kompleks dari kerugian, keamanan data dan manfaat penelitian.
d.  Menguji subkelompok dengan jumlah individu yang tidak signifikan secara statistik.

JENIS-JENIS

Sejauh ini penelitian meta-analisis telah digunakan dalam Tinjauan Pustaka Kuantitatif (Quantitative Literature Reviews). Ini merupakan review dari artikel dimana peneliti memilih sebuah temuan penelitian atau “efek” yang telah diselidiki dalam suatu penelitian pada sejumlah situasi yang berbeda. Mereka kemudian menggunakan meta-analisis untuk membantu dalam menjelaskan kekuatan keseluruhan dari suatu “efek”, dan dalam keadaan seperti apa ia akan lebih kuat atau lebih lemah.
Saat ini, pengetahuan mengenai teknik meta-analisis menjadi semakin luas, banyak penelitian yang mulai menggunakan Rangkuman Meta-Analisis (Meta-Analytic Summaries) dalam penelitian utama.  Dalam hal ini, meta-analisis digunakan untuk memberikan informasi yang mendukung pernyataan teoritis tertentu, yang biasanya mengenai kekuatan keseluruhan atau konsistensi dari suatu hubungan dalam penelitian yang dilakukan. Dapat dikatakan bahwa menghitung meta-analytic summary biasanya prosedurnya lebih mudah daripada melakukan tinjauan pustaka yang lengkap. Walau begitu tidak semua penelitian dapat ‘dimeta-analisiskan’, meta-analisis dapat diterapkan untuk kumpulan penelitian yang (a) empiris, daripada teoritis, (b) menghasilkan temuan yang kuantitatif, daripada temuan kualitatif, (c) menguji gagasan dan hubungan yang sama, (d) memiliki temuan yang dapat dibentuk kedalam bentuk statistikal yang dapat dibandingkan dan (e) “sebanding” dengan pertanyaan yang diajukan.
   Selain kedua hal tersebut, beberapa jenis penelitian yang berhubungan dengan penelitian meta-analisis antara lain:
a.      Randomized Controlled Study
b.      Cohort Study
c.       Case Series and Case Reports
d.      Case Control Study


METODOLOGI

   VOTE-COUNTING – Penggunaan penghitungan suara pada beberapa penelitian. Vote-Counting terkadang membingungkan efek “treatment” dan jumlah sampel karena signifikansi statistik pada suatu penelitian menjadi tujuan penelitian itu. Namun kesimpulan dari Vote-Counting  ini dapat menyesatkan.
CLASSIC OR GLASSIAN META-ANALYSIS – Awal mula meta-analisis yang dilakukan oleh Glass mengikuti pola meta-analisis konvensional; mulai dari menentukan pertanyaan yang akan diteliti, mengumpulkan penelitian, mencaritahu sifat penelitian dengan hasilnya, dan menganalisis hubungan antara keduanya. Penggunaan uji statistik konvensional membuat metode dan hasilnya dapat diakses oleh sebagian besar peneliti pendidikan. Namun, dengan menggunakan hasil penelitian sebagai unit analisis, akan menghasilkan data yang nonindependent dan memberikan bobot yang lebih besar untuk penelitian dengan banyak perbandingan.
STUDY EFFECT META-ANALYSIS – mengubah bentuk Glassian dalam dua cara. Pertama, aturan pemilihannya lebih selektif. Kedua, penelitian ini merupakan unit analisis dimana satu effect size dihitung untuk setiap penlitian.  Hal ini untuk menjaga independensi data dan memberikan bobot yang sama pada setiap penlitian yang disertakan. Sayangnya, hal ini juga mengurangi jumlah dari titik data yang dianalisis.
TESTS OF HOMOGENEITY – Tes Homogenitas dikembangkan untuk menentukan kemungkinan bahwa perbedaan antara effect sizes hanya kesalahan sampling, padahal pengukuran yang salah, jangkauan yang terbatas juga dapat mempengaruhi penelitian meta-analisis. Tes ini sangat mungkin untuk menunjukkan heterogenitas antar effect sizes bahkan saat perbadaan itu tidak penting baik secara praktis maupun teoritis.
PSYCHOMETRIC META-ANALYSIS -- Hunter and Schmidt menggabungkan beberapa pandangan diatas. Idealnya, meta-analisis harus memperkirakan efek “treatment” yang benar dalam kondisi tertentu yang ada dalam penelitian dan memprediksi efek “treatment” dalam kondisi yang ditentukan oleh peneliti. Sayangnya, teknik ini membutuhkan informasi penting dari setiap penelitian individu untuk perbaikan yang akuran terhadap effect sizes.

KESIMPULAN

Penelitian meta-analisis merupakan suatu kombinasi statistik hasil dari sejumlah penelitian yang sama dan dapat digabungkan maupun dibandingkan secara kuantitatif dengan tujuan untuk men-generalisasi data statistik pada penelitian yang dengan topik/masalah yang serupa. Meta-analisis juga merupakan cara yang lebih efisien dan efektif untuk merangkum hasil sejumlah besar penelitian.


SUMBER

A., R. M. (2006). Meta Analisis. Jurnal Pendidikan Penabur - No.06, 102-106.
Bangert-Drowns, R. L., & Rudner, L. M. (1991). Meta-Analysis in Educational Research. Practical Assessment, Research & Evaluation, 2(8). Retrieved from http://pareonline.net/getvn.asp?v=2&n=8
Burns, R. B., & Burns, R. A. (n.d.). Retrieved April 5, 2015, from http://www.uk.sagepub.com/burns/chapters.htm
Collaboration, T. C. (2011, Maret). Cochrane Handbook for Systematic Reviews of Interventions. Retrieved April 5, 2015, from http://handbook.cochrane.org/chapter_9/9_analysing_data_and_undertaking_meta_analyses.htm
Irawan. (2013, April 8). IRAWAN. Retrieved April 5, 2015, from http://derawan9.blogspot.com/2013/04/penelitian-meta-analisis.html
Kock, A. (2009). A GUIDELINE TO META-ANALYSIS. TIM Working Paper Series Vol. 2.
Kulik, J. A., & Kulik, C.-L. C. (1989). Meta-Analysis in Education. International Journal of Educational Research, 221-340.
Library, T. H. (2011, November). Study Design 101. Retrieved April 5, 2015, from https://himmelfarb.gwu.edu/tutorials/studydesign101/metaanalyses.html
Wilson, D. B. (2011, Agustus). David B. Wilson. Retrieved April 5, 2015, from http://mason.gmu.edu/~dwilsonb/ma.html



0 comments:

Font Freebies #2

Font Freebies adalah kumpulan font gratis yang recommended yang di post setiap senin. Yes, awesome isn’t it? Karena senin bukanlah hari yang buruk untuk menginsiprasi dan menuangkan pikiranmu ke dalam desain-desain yang menawan. Subscribe pada kolom yang tersedia untuk mendapatkan update FF melalui e-mail. Atau klik disini untuk melihat koleksi FF. Happy Monday Freeber :)

by Lauryn Green


0 comments:

Font Freebies #1

Font Freebies adalah kumpulan font gratis recommended yang di post setiap senin. Yes, awesome isn’t it? Karena senin bukanlah hari yang buruk untuk menginsiprasi dan menuangkan pikiranmu ke dalam desain-desain yang menawan. Subscribe pada kolom yang tersedia untuk mendapatkan update FF melalui e-mail, or click here for more FF collections. Happy Monday Freeber :)


by Multiple Designers


2 comments: