Happy Birthday My Lovely Little Sister

HAPPEE 5th BIRTHDAY FADIYAH
December 30, 2013



Just like her mother, she's look more beautiful each day. Diulang tahunnya yang ke-5 saya memberikan dia hadiah pensil warna, karena yaa hal itu lah yang ia sukai. Dia adalah anak yang cerdas, pandai berbicara dan juga ummm sedikit ngeyel. Abang mu ini berharap adik tercintanya menjadi orang yang berbakti kepada umi dan abi, semakin pintar, dan yaaaah siapa yang tidak ingin memiliki adik yang cantik? Dia lah alasan dari berbagai hal yang saya lakukan. She's my everything.

0 comments:

Smartphone Makes a Differences Infographic

SMARTPHONE MAKES A DIFFERENCE

What's your smartphone can do? Social Networking? Photo Sharing? Browsing?
Your smartphone was so smart, you can do anything with it, and the good thing is they can help you learning on the go, yes learning anytime, anywhere with your unlimited internet access.

0 comments:

LADY GAGA: ARTPOP

                                    

ARTPOP


Very Welcoming to our Mother Monster! Another fabulous Album from Lady Gaga, give her Applause! Sebuah album yang lagi oleh Gaga, kini dengan nama yang sangat menarik ARTPOP. Seperti album-album Gaga sebelumnya yang satu ini masih sama, kit akan membutuhkan sedikit waktu untuk menyukai bahkan mengerti setiap track yang disajikan oleh gaga, namun tetap akan selalu mampu dinikmati. Nama-nama besarpun kembali dihadirkan sang Mother Monster dalam album ini, sebut saja Zedd, DJ White Shadow, bahkan David Guetta untuk memproduksinya. 

Album dibuka dengan track Aura, yap kebanyakan track Gaga memang bukan untuk langsung dapat dinikmati, Aura yang menjadi soundtrack film Machette Kills dimana Gaga juga berperan sebagai La Chameleon, merupakan track yang saya sendiri butuh mendengarkannya berulang-ulang untuk nenikmati dan mengerti jenis musik yang dihadrikan Gaga.
Rocket Number Nine Take Off to The Planet..
Venus..
Venus kembali menghadirkan Elektro-pop ala Gaga yang di track ini memang tidak terlalu mendominasi, namun tetap catchy. G.U.Y menjadi salah satu track yang saya sukai pada album ini tetap terdengar pop catchy ala Alejandro pada era The Fame Monster, meskipun kembali saya harus mendengarkannya 3 kali baru saya dapat menyukainya. Vokal Gaga dalam track ini benar-benar membuat saya ingin berdansa ala Gaga belum lagi dengan campur tangan Zedd yang membuat rasa EDM pada G.U.Y.

X Dreams dan Jewels N' ***** adalah dua track yang sangat terasa benang merah antara keduanya. X Dreams menghadirkan vokal Gaga yang bernyanyi dengan nada-nada tinggi. Jewels N' ***** yang menghadirkan T.I., Too SHort dan Twista menyajikan track yang semangat mars yang berderap seperti MANiCURE. Sangat catchy dan mampu membuat bergoyang Gaga memberikan vokal yang penuh semangat rock yang tebal. 

Beberapa track dalam ARTPOP menyajikan track yang penuh dengan muatan kritisi, Swine yang penuh enerjik, Donatella, Fashion! dan Mary Jane Holland yang menurut saya Gaga menyajikan track yang berhubungan dengan Modern Culture.

Well, tiga track terakhir merupakan track yang saya sukai. Gaga kembali menghadirkan balada yang mendayu pada Dope yang diiringi dengan denting Piano dan vokal Gaga yang sangat powerfull. Gypsy menjadi track yang saya sukai, terdengar sangat folky, dan mampu membuat saya ikut bernanyi. The last Track adalah track yang sangat pantas ditaruk diakhir, give her Applause, menjadi single pertama ARTPOP yang dirilis, merupakan lagu yang menghadirkan semangat artistik dan catchy yang mudah diingat.

Inilah ART dan POP karya Gaga, meskipun kita harus memberikan waktu untuk dapat menyukai dan menikati lagu ini, namun Gaga kembali memberikan sajian yang menakjubkan untuk para Little Monster. Put your hands up make 'em touch!
A-R-T-P-O-P.

(Hdnsyh)

TRACKLIST :
01  Aura
02  Venus
03  G.U.Y
04  Sexxx Dreams
05  Jewels N’ Drugs (Ft. T.I., Too Short and Twista)
06  MANiCURE
07  Do What U Want (Ft. R.Kelly)
08  Artpop
09  Swine
10  Donatella
11  Fashion!
12  Mary Jane Holland
13  Dope
14  Gypsy
15  Applause

0 comments:

Total Quality Management Theory

TQM Theory According to Deming, Juran and Crosby

Tiga penulis Mutu yaitu W. Edwards Deming, Joseph Juran dan Philip B. Crosby menulis tentang Mutu dalam Industri Produk, meskipun ide-ide mereka dapat diterapkan pada Industri Jasa.
Berikut ini pandangan-pandangan mereka tentang Mutu yang berkaitan erat dengan Manajemen Mutu Terpadu/Total Quality Management.

Deming

W. Edwards Deming mengemukakan tentang Mutu bersifat Filsafat. Dalam bukunya yang berjudul Out of the Crisis, beliau menggabungkan konsep Mutu mulai dari wawasan Psikologis sampai dengan Kultur Mutu (Quality Culture).
Deming menyatakan, ada empat belas poin manajemen mutu yaitu terdiri dari :
  1. Ciptakan sebuah usaha peningkatan produksi dan jasa.
  2. Adopsi falsafah baru.
  3. Hindari ketergantungan pada inspeksi massa untuk mencapai mutu.
  4. Akhiri praktek menghargai bisnis dengan harga.
  5. Tingkatkan secara konstan sistem produksi dan jasa.
  6. Lembagakan pelatihan kerja.
  7. Lembagakan kepemimpinan.
  8. Hilangkan rasa takut.
  9. Uraikan kendala-kendala antar departemen.
  10. Hapuskan slogan, desakan, dan target, serta tingkatkan produktifitas tanpa menambah beban kerja.
  11. Hapuskan standar kerja yang menggunakan quota numerik.
  12. Hilangkan kendala-kendala yang merampas kebanggaan karyawan atas keahliannya.
  13. Lembagakan aneka program pendidikan yang meningkatkan semangat dan peningkatan kualitas kerja.
  14. Tempatkan setiap orang dalam tim kerja agar dapat melakukan transformasi.

Menurut Deming, terdapat lima penyakit yang signifikan dalam konteks pendidikan, yaitu :
  1. Kurang konstannya tujuan.
  2. Pola pikir jangka pendek.
  3. Evaluasi prestasi individu.
  4. Rotasi kerja yang tinggi.
  5. Manajemen yang menggunakan angka yang tampak.

Kegagalan mutu terbagi dalam dua bagian, yaitu :
Umum terdiri dari : desain kurikulum yang lemah, bangunan yang tidak memenuhi syarat, lingkungan kerja yang buruk, sistem dan prosedur yang tidak sesuai, jadwal kerja yang serampangan, sumberdaya yang kurang, dan pengembangan staf yang tidak memadai.
Khusus yaitu : kurangnya pengetahuan dan keterampilan anggota, kurangnya motivasi, kegagalan komunikasi, atau masalah yang berkaitan dengan perlengkapan-perlengkapan.

Juran

Buku karangan Joseph Juran adalah Juran’s Quality Control Handbook, Juran on Planning for quality, dan Juran on Laedership for Quality. Juran termasyur dengan keberhasilannya menciptakan kesesuaian dengan tujuan dan manfaat. Juran mengemukakan tentang mutu yang terkenal dengan istilah Aturan 85/15. Juran menyatakan bahwa 85% masalah-masalah mutu dalam sebuah organisasi adalah hasil dari desain proses yang kurang baik. Menurut Juran, Manajemen Mutu Strategis (Strategic Quality Management) adalah sebuah proses tiga bagian yang didasarkan pada staf pada tingkat berbeda yang memberi kontribusi unik terhadap peningkatan mutu. Manajer senior memiliki pandangan strategis tentang Organisasi. Manajer menengah memiliki pandangan operasional tentang mutu dan para karyawan memiliki tanggung jawab terhadap Kontrol Mutu.

Crosby

Philip Crosby mengemukakan ide dalam mutu yang terbagi menjadi dua bagian yaitu :
  1. Ide bahwa mutu itu Gratis
  2. Ide bahwa kesalahan, kegagalan, pemborosan, dan penundaan waktu, bisa dihilangkan jika institusi memiliki kemauan untuk itu.
Dalam Quality Is Free, Crosby mengemukakan bahwa sebuah langkah sistematis untuk mewujudkan mutu akan menghasilkan mutu yang baik.
Teori Zero Defects (Tanpa Cacat) yang dikemukakan Philip Crosby adalah ide yang melibatkan penempatan sistem pada sebuah wilayah yang memastikan bahwa segala sesuatunya selalu dikerjakan dengan metode yang tepat sejak pertama kali dan selamanya.
Program mutu yang dikemukakan Crosby terdiri dari 14 langkah yaitu :
  1. Komitmen Manajemen (Management Commitment)
  2. Tim Peningkatan Mutu (Quality Improvement Team)
  3. Pengukuran Mutu (Quality Measurement)
  4. Mengukur Biaya Mutu (The Cost of Quality)
  5. Membangun Kesadaran Mutu (Quality Awareness)
  6. Kegiatan Perbaikan (Corrective Actions)
  7. Perencanaan Tanpa Cacat (Zero Defect Planning)
  8. Pelatihan Pengawas (Supervisor Training)
  9. Hari Tanpa Cacat (Zero Defect Day)
  10. Penyusunan Tujuan (Goal Setting)
  11. Penghapusan Sebab Kesalahan (Error-Cause Removal)
  12. Pengakuan (Recognition)
  13. Dewan-Dewan Mutu (Quality Councils)
  14. Lakukan Lagi (Do It Over Again)
  
KESIMPULAN

Ketiga penulis di atas memiliki ide-ide tentang bagaimana mutu harus diukur dan dikelola, jelas bahwa Deming, Juran dan Crosby semuanya memiliki tujuan yang sama. Penegasan Deming bahwa Pelanggan menjadi orang yang bisa menentukan apakah mutu ada di sebuah Produk atau Layanan, Juran mendefinisikan tentang mutu, dan Crosby mendefinisikan manajemen mutu ditentukan oleh pelanggan sebagai penentu terakhir dari kualitas suatu produk atau jasa tertentu. Ketiga penulis tersebut menghasilkan perbedaan yang nyata dari definisi mutu, meskipun dengan berbagai tingkatan yang berbeda. Dan juga ketiganya melihat pentingnya umpan balik dalam setiap mekanisme yang dirancang untuk mengukur dan mengelola kualitas : Teori Deming adalah Continuous Improvement Helix, sedangkan Juran terkenal dengan Triloginya, dan Crosby mengemukakan tentang Harga Non-Conformance.
Perbedaannya, seperti yang dinyatakan sebelumnya, terletak dalam perspektif masing-masing. Perspektif Deming menyatakan bahwa pelanggan sebagai Penentu Kebijakan dan sangat bergantung pada pasar dimana pelanggan akan mendefinisikan mutu suatu produk atau jasa. Sementara Juran mengemukakan bahwa mutu tidak terlepas dari pasar, dimana faktor penentu dirancang untuk menerjemahkan visi mutu untuk menghasilkan suatu produk. Perspektif Crosby menyatakan bahwa pandangan manajemen ditentukan oleh mutu seseorang baik atau tidaknya tujuan mutu terpenuhi, serta biaya yang harus dikeluarkan.
Sebagai kesimpulannya, bahwa Deming, Juran, dan Crosby memiliki pendekatan yang berbeda tentang manajemen mutu, tetapi pada akhirnya ketiganya menekankan pada prinsip-prinsip dasar yang sama.

0 comments:

ZEDD: Clarity

Clarity Deluxe Edition

Well, ini mungkin album pertama Zedd yang paling laku keras. Pertama kali saya mendengar nama Zedd dalam lagunya bersama Lady Gaga -Stache, yang saat itu belum dimasukkan kedalam album ini. Jika belum tau kalau Zedd adalah seorang DJ, mungkin saat mendengarkan lagunya kita akan mencari vokal dari DJ asal Jerman berdarah Rusia ini. Tapi tidak perlu, aransemen dan kompisisi musik yang diciptakan Zedd sangatlah memukau. Bahkan seorang Lady Gaga memilihnya dalam memproduksi beberapa lagu dalam ARTPOP.

Nevertheless, this album was so catchy and full of dubstep. Album di buka dengan Hourglass, yang di menit pertama hanya terdengar instrumen yang berjalan tenang, lalu diiringi vokal LIZ yang sedikit lembut. Lanjut ke track kedua, Shave it Up hanyalah sebuah instrumen yang sangat apik, hanya saja akan sangat terasa benang merah antara Hourglass dengan track kedua ini.


This is the best track in this album, yap Spectrum. saya langsung jatuh hati mendengar track satu ini. Vokal Matthew Koma meskipun masih terdengar baru bagi saya namun cukup enak dikonsumsi telinga saya, dan Zedd menciptakan sebuah track yang sangat mengesankan di Spectrum. Sebagai artis EDM tentunya keputusan tepat bagi Zedd untuk mengajak beberapa suara demi album ini, seperti Ryan Tedder dalam track Lost At Sea, Ellie Goulding, Foxes, Bright LIghts, Miriam Bryant hingga Hayley Williams vokalis cantik nan enerjik dari Paramore. Clarity, track lain dalam album ini yang sangat populer, suara yng disumbangkan Foxes sangatlah jernih dan menyenangkan juga mampu membawa kita untuk ikut bernyanyi diiringi instrumen magic ciptaan Zedd. Awesome, lagi vokal Ellie Goulding mampu membuat saya memberikannya jempol dalam track Fall Into The Sky, suaranya yang lembut dan iringan musik yang agak cepat membuatnya sedikit terdengar berat, but at least it's so Interesting. 


Nah untuk track instrumental Zedd meyediakan 3 track lagi yakni Codec, Stache dan Epos. Well codec tidak lah terlalu buruk, Stache sebagai lagu yang saya dengar pertama kali bersama vokal Gaga, dalam track ini instumennya ternyata mampu membuat saya sedikit bergoyang, sangat anthemik dan catchy, dan benar tidak ada benang merah antara Codec dan Stache. Stache boleh menjadi highlight, tapi Epos jauh lebih cantik dan menarik sebagai track penutup dalam album versi original.


Hayley Williams, she is absolutely gorgeous. Track Stay The Night yang dijadikan Single untuk album ini kembali menjadi track populer, bukan hanya faktor kehadiran penyanyi cantik leader grop band Paramore ini, melainkan komposisi lagu yang sangat pas serta beat yang catchy belum lagi berkat suara Hayley yang benar-benar powerful, perfect!  Sama halnya dengan Matt, saya baru kali ini mendengar vokal penyanyi asal Swedia, Miriam Bryant, cukup bagus dalam track Push Play yang agak cepat. Oh pertama kali saya  mendengar lagu ini dalam film The Internship, itu loh yang film tentang kantor mewah Google. Alive dan Breakn' A Sweat sama halnya dengan track yang lain, dubstep yang menggema dan sangat anthemik. Ohya untuk album yang versi Deluxe Edition ini ada 2 track lagi yaitu Spectrum Accoustic Version dan Clarity Acoustic Version, well dalam Spectrum yang ini saya benar-benar menyukai suara Matt.


Clarity menjadi album yang konkrit dan dance-able yang diciptakan Zedd dan penuh warna. Sangat layak dinanti album dan lagu-lagu baru Zedd lainnya.


(Hdnsyh)


TRACKLIST [Deluxe Edition]:
01  Hourglass (Ft. LIZ)
02  Shave It Up
03  Spectrum (Ft. Matthew Koma)
04  Lost At Sea (Ft. Ryan Tedder)
05  Clarity (Ft. Foxes)
06  Codec
07  Stache
08  Fall Into The Sky (Ft. Lucky Date and Ellie Goulding)
09  Follow You Down (Ft. Bright Lights)
10  Epos
11  Stay The Night (Ft. Hayley Williams of Paramore)
12  Push Play (Ft. Miriam Bryant)
13  Alive (Ft. Empire of The Sun)
14  Breakn’ A Sweat (Ft. Skrillex and The Doors)
15  Spectrum (Ft. Matthew Koma) Accuctic Version
16  Clarity (Ft. Foxes) Accoustic Version

0 comments:

JOHN MAYER: Paradise Valley


A brand new album from my favorite singer, John Clayton Mayer. Setelah kesuksesannya tahun lalu dengan album Born and Rised, kini Mayer kembali dengan album keenamnya, Paradise Valley.
Secara tone, album keenamnya ini terasa sekali nuansa country yang hampir dibeberapa lagu iringan gitar lebih mendominasi. Paper Doll sebagai lagu pertama yang dirilis untuk single pada album ini terasa sangat mellow bahkan cenderung lambat dan santai. Seperti biasa suaranya masih tetap mantap untuk didengar. Selain itu, ada Badge and Gun yang kembali dengan denting gitar yang mendayu dan sangat terasa nuansa countrynya yang menurut saya track ini adalah yang terbaik. Dan track lain yang saya sukai adalah track dimana Mayer berkolaborasi dengan sang pacar, yaa Katy Perry dalam single Who You Love. Meskipun terdengar lambat dan santai namun vokal keduanya sangatlah kuat, ya mungkin mengingat bahwa mereka adalah sepasang kekasih yang sudah menyatakan bertunangan.  
Well, Paradise Valley memang tidak sebagus album Mayer era sebelumnya seperti Continuum atau Battle Studies, but after all this album was so awesome and enjoyable.

(Hdnsyh)

TRACKLIST:
01  Wildfire
02  Dear Marie
03  Waitin’ on The Day
04  Paper Doll
05  Call Me The Breeze
06  Who You Love (Ft. Katy Perry)
07  I Will be Found (Lost at Sea)
08  Wildfire (Ft. Frank Ocean)
09  You’re No One ‘Til Someone Let You Down
10  Badge and Gun
11  On The Way Home


2 comments:

PRINSIP PERSEPSI


Perception Principles



Kapasitas Persepsi

Kadang, kita sebagai guru atau desainer pembelajaran, kurang sabar dalam membina pembelajaran. Keinginan kita menggebu-nggebu untuk memberikan sebanyak mungkin materi pelajaran kepada peserta didik dalam satu waktu. Akibatnya, terasa pesan yang kita sampaikan menjadi mubazir. Terlalu banyak dan rumit pesan (stimuli) yang bisa dipersepsi oleh peserta didik. Kita lupa bahwa kemampuan mempersepsi seseorang, tidak terkecuali para siswa kita, amatlah terbatas.
Dari itu, Flaming dan Levie mengingatkan tentang beberapa dalil pada prinsip keterbatasan ini yang bisa dimanfaatkan dalam mendesain pesan pembelajaran, di antaranya:
1.       Karena sistem pengelolaan informasi (mempersepsi, menandai, dan menyimpan) pada diri seseorang itu terbatas kapasitasnya, maka besarnya energi yang dibutuhkan untuk menandai suatu stimuli juga terbatas dari pengelolaan informasi lainnya.
Semakin banyak pesan diterima, semakin besar energy yang dibutuhkan, semakin sedikit pesan yang diterima. Buktinya, bahan yang dapat dikodekan disajikan sedikit demi sedikit untuk tujuan pembelajaran, yang memudahkan siswa mengurangi kesalahan pada saat mengencode.

2.       Banyaknya informasi yang diproses bergantung pada dua hal, tingkat keabstrakan objek atau kejadian dan tingkat kedalaman setiap objek itu dikelola.
Beberapa jenis informasi dapat diproses secara dangkal, misalnya tingkat kecerahan, warna, dan perbedaan bentuk. Semakin dalam suatu proses dikelola dan semakin tinggi tingkat keabstrakan suatu objek maka semakin banyak proses yang dihasilkan.

3.       Kita mampu mempersepsi dengan sekilas, sekitar 7 item atau objek yang familiar seperti angka dan nama. Sama halnya kita juga bisa menyimpan dalam memori sementara sekitar 7 item.
Salah satu yang sulit dalam menerapkan prinsip ini yaitu mendefinisikan sebuah item, karena dapat sangat bervariasi. Untuk setiap langkah dalam instruksi tersebut, desainer harus memilih ukuran yang sesuai dengan item, ukuran maksimum menjadi unit yang paling inklusif yang cukup digunakan untuk menciptakan sebuah makna.

4.       Seseorang yang mempersepsi, biasanya memisah-misahkan informasi yang diterima ke dalam katagori besar atau rata-rata berdasarkan banyaknya stimuli, pengalaman dan maksud yang menyertainya. Hal ini biasanya disebut dengan istilah “mengelompokkan” (to chunk, cluster, group).
Seorang siswa yang harus belajar 16 kata baru, mungkin akan mengelompokkan kata-kata tersebut, seperti mengurutkan sesuai abjad, sesuai maknanya, atau sesuai dengan kolom dan baris. Pengelompokan dapat difasilitasi oleh karakter dari stimulus. Sebagai konsekuensi dari urutan (pola, pengelompokan) yang ada, sehingga informasi perseptual lebih mudah diproses, dikategorikan, dan ditindaklanjuti.

5.       Semakin tertata atau terpola suatu pesan itu dipersepsi, semakin banyak informasi yang dapat diterima dan diproses dalam sekali waktu.
Disinilah kecerdikan desainer dalam membuat pesan dibutuhkan. Dengan melakukan pengelompokan dengan terorganisir maka pesan yang dipersepsi oleh audience akan semakin mudah dipahami dan diproses kembali.

6.       Semakin familiar suatu pesan bagi seseorang, semakin mudah untuk dipersepsi.
seorang desainer harus dapat meminimalisir persepsi audience, misalnya dengan menggunakan contoh yang familiar, icon, atau mengacu pada bahasan sebelumnya. Prinsip ini yang paling efektif bagi desainer yang membuat instruksi, karena mereka tahu aspek dari subjek apa yang familiar.

Selanjutnya yang  dipertimbangkan adalah masalah kapasitas yang terkaitan dengan saluran tunggal dan ganda. Beberapa bahan intruksional melibatkan satu saluran atau modalitas seperti penglihatan, sementara yang lainnya memerlukan dua atau lebih saluran atau modalitas.

Kapasitas Saluran Tunggal

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kapasitas persepsi kita sangatlah terbatas jumlahnya, tapi keterbatasan jenis dan akibatnya tetap kita selidiki.
Sebuah aspek dari saluran kapasitas tunggal memiliki kelebihan tersendiri bagi seorang desainer. Pembicaraan sehari-hari umumnya sangat berlebihan dan itu dapat dikurangi tanpa kehilangan banyak makna.

7.       Untuk pesan verbal pada situasi saluran tunggal, semakin sulit atau kompleks suatu pesan verbal, semakin besar keunggulan (persepsual) saluran-visual (tertulis) daripada saluran-auditori (terucapkan).
Hal penting yang harus diingat oleh para desainer, sesuai prinsip diatas, bahwa pesan verbal menimbulkan masalah persepsi  khusus. Salah satunya, tergantung pada waktu dan biasanya memungkinkan pendengar hanya sekali untuk memahami dan sedikit kesempatan untuk latihan. Jika pembaca kehilangan satu kata (dalam membaca), ia bisa berhenti dan melihatnya kembali, tetapi seorang pendengar tidak memiliki banyak kesempatan kecuali ia meminta pembicara mengulangi ucapannya lagi. Masalah pendengaran ini mungkin sulit khususnya dalam situasi pembelajaran.

Kapasitas Saluran Majemuk

8.       Di mana suatu presentasi audio-visual berlangsung terlalu cepat, peserta dalam mempersepsi mesti memilih antara kedua saluran tersebut. Bisa jadi ia lebih memilih informasi-auditori daripada visual, atau sebaliknya. Hanya pada tingkat kecepatan yang lebih lambat ia mampu menghubungkan informasi dari kedua saluran.

9.       Ketika informasi diterima secara bersamaan dari beberapa sumber, salah satunya bisa mengurangi, menguatkan atau mempengaruhi (bias) terhadap yang lainnya. Di sini terjadi suatu interaksi.
Bagaimana Prinsip ini menjelaskan tentang masalah dalam mendesain multimodal tidak begitu jelas. Secara umum ada 2 masalah mendasar dalam pengolahan saluran majemuk. Salah satunya harus dilakukan dengan seluruh kapasitas dalam system persepsi. Yang lainnya yaitu harus dilakukan dengan hubungan timbal bailk antar saluran yang terpisah.

10.   Kapasitas persepsual akan tampak lebih besar ketika dua modalitas, pendengaran dan penglihatan, dimanfaatkan secara bersamaan. Pelibatan dua pekerjaan (auditori dan visual), misalnya akan lebih saling menguatkan daripada memanfaatkan modalitas visual secara terpisah dengan modalitas auditori.

Pembedaan dan Pengelompokan

Proses mempersepsi dan membuat kategorisasi tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan yang kita terima dari lingkungan kita. Salah satu tugas primer dari desainer pembelajaran adalah menggubah terjadinya persepsi terhadap pelbagai kebiasaan tersebut. Hal ini memungkinkan terjadinya penguatan terhadap kebiasaan-kebiasaan itu agar tampak lebih dominan untuk dipersepsi.
Di sini kebiasaan demikian penting karena tiga alasan. Pertama, kebiasaan yang kita terima memungkinkan kita untuk membuat kategorisasi, dan darinya kita dapat menangani (melakukan sensasi/penginderaan terhadap) banyaknya informasi yang membombardir kita. Kedua, kebiasaan  yang kita terima merupakan dasar bagi sejumlah pengetahuan: fakta, konsep, opini, dan sikap. Dan terakhir, mengorganisir pesan merupakan salah satu tujuan utama desainer dalam mempengaruhi persepsi peserta didik terhadap pelbagai kebiasaan tersebut.
Medan perseptual itu diorganisir, dan kebiasaan menjadi nyata melalui proses analisis dan sintesis. Pada tindakan analisis, kita biasa melakukan pembedaan atau pemisahan. Sedangkan pada tindakan sintesis, kita melakukan pengelompokan dan pengkombinasian.

11.   Objek atau peristiwa itu dimaknai berlainan karena memiliki perbedaan satu atau banyak dimensinya. Dari itu dalam mempersepsi, seseorang cenderung untuk membeda-bedakan satu objek/peristiwa dengan lainnya lalu mengelompokkannya secara terpisah.
Proses mengamati perbedaan akan dibantu oleh bahan pengajaran dimana perbedaan antar objek, kejadian, atau pemikiran diperjelas. Lebih khusus lagi, perbedaan yang timbul harus relevan. Perbedaan persepsi sering digunakan dalam desain pesan untuk memisahkan. Perbedaan persepsi juga berfungsi untuk menonjolkan bagian-bagian penting dari pesan atau tanggapan tersebut.

12.   Objek atau peristiwa itu dimaknai mirip karena memiliki persamaan dalam beberapa hal seperti tampilan, fungsi, jumlah, arah dan strukturnya. Dari itu, dalam mempersepsi seseorang cenderung mengelompokkan objek/peristiwa dan mengorganisirnya dalam kemiripan.
 Jelas, banyak cara di mana dua hal itu muncul untuk menunjukkan karakteristik umum, semakin besar kemungkinan mereka dianggap berhubungan, sebagai bagian dari sebuah kategori. Prinsip persamaan itu sesuai dengan konsep pembelajaran, yang  menunjukan bahwa berbagai macam konsep harus disajikan sekaligus sehingga kesamaannya dapat didefinisikan dengan jelas.

13.   Bentuk dan pola sepenuhnya dibedakan dari kelompoknya, unsur-unsur di dalamnya cenderung sama daripada kenyataannya. Lebih dari itu, pembedaan antara satu pola dengan lainnya akan diperkuat.
Pada dasarnya, persamaan dan perbedaan dipersepsikan lebih baik dari pada yang sebenarnya sudah ada. Perbedaan di antara sebuah bentuk dan latar mungkin,  lebih stabil, dan contrast yang dialami lebih baik dari yang sebenarnya. Begitu pula pada persepsi social, kita cenderung melebih-lebihkan perbedaan diantara yang kita suka dan yang tidak.

14.   Benda dan peristiwa yang saling berdekatan, dalam ruang, waktu maupun dalam konteks yang sama, cenderung dianggap saling berkaitan, seperti pembentukan, penggunaan dan sebagainya.
Suatu hal yang muncul berdekatan baik dalam ruang dan waktu cenderung dianggap sebagai bagian dari kategori atau sebagai pembentukan atau sesuatu yang berkaitan. Buktinya, salah satu yang dominan cenderung tetap meskipun yang lainnya sama kuat. Kedekatan waktu bisa menciptakan sebuah persepsi yang kuat. Kedekatan sangatlah penting karena tidak hanya mengkondisikan stimulus untuk dipersepsi tapi juga untuk pembelajaran, meskipun dibawah label yang  berbeda, ini dinamakan kedekatan/kontiguitas. Peristiwa yang berdekatan dianggap saling berkaitan atau dapat dipelajari.

15.   Benda yang familiar biasanya mempertahankan karakteristik perseptualnya (kecerahan, ukuran, bentuk, warna) dari perubahan saat menjadi stimuli. Inilah yang disebut Ketetapan Perseptual.
Masing-masing ketetapan perseptual tersebut dapat dianggap semacam konsep yang melibatkan persepsi keteraturan atau bervariasi dalam kondisi yang beragam (Forgus, 1966). Objek yang biasa kita lihat, meskipun sedikit dan bervariasi, dianggap memiliki unsur layaknya sebuah objek. Meskipun keadaan seperti ini sangat berbeda dalam menafsirkan sesuatu yang baru. Disini mungkin perlu mengenalkan ukuran relative, tampilannya, dan warna yang akurat.

Menghubungkan dan mengorganisir
Selain kebiasaan untuk mempersepsi perbedaan dan persamaan, kita juga bisa menghubungkan objek atau peristiwa yang hendak kita persepsikan. Beberapa benda akan dikategorikan sesuai dengan kondisi stimuli. Ini khususnya kondisi hubungan yang renggang atau sementara antar benda, dan mereka menjadi tipe yang mendasar dari persepsi sebab-akibat, sebelum dan sesudah, baik dan buruk.

16.   Persepsi tentang hubungan akan terjadi manakala antar objek atau peristiwa -dilihat dari ide dasar, pola, ritme, struktur, atau keorganisasiannya bertemu dan saling memberi satu sama lain.
Di sini bagaimana sebuah stimulus yang sudah dibentuk akan dipersepsikan menjadi sebuah bentuk lagi.  Mungkin saja akan terjadi banyak kesalahan, namun banyak alasan untuk membentuk  sebuah desain pesan. Bagaimana para pendengar kita dapat memahami pesan yang diberikan tanpa ada keambiguan.

17.   Variasi susunan ruang dan waktu, pola, atau struktur mempengaruhi persepsi tentang hubungan.
Dalam hal ini ada 5 tipe susunan yang biasa dimanfaatkan dalam membuat variasi tingkatan untuk menunjukkan hubungan antar objek yang bervariasi.
a.   Proximity (kedekatan)
Bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik dalam ruang dan waktu) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai suatu bentuk tertentu.

b. Inclusion (penyertaan)
Indikator dari sebuah penyertaan adalah lingkaran, persegi, atau bebas dari berbagai macam jenis. Susunan ini memberikan kualitas pada bentuk yang bagus.

c. Directionality (arahan)
Bukti bahwa seseorang menganggap hubungan sebab dan akibat sebaik hubungan sebelum dan sesudah di hubungkan dengan unsur visual kiri –kanan dengan garis, dan akibatnya diperkuat dengan penggunaan tanda panah (Fleming, 1968).

d. Superordination (peningkatan)
Unsur visual ditempatkan di paling atas mungkin di persepsi memiliki hubungan dengan unsur dibawahnya. Buktinya bahwa kata yang ditempatkan di atas mungkin dipersepsikan “lebih baik” daripada “lebih buruk” dibandingkan dengan yang ditempatkan di bawahnya (De Soto et al., 1968).

e. Accentuation (penekanan)
Sesuatu yang digunakan untuk memberikan penekanan pada suatu bagian dari pesan biasanya diberi tanda: panah, garis bawah, perbedaan ukuran dan tipe kata, dan warna. Fungsi ini terutama dengan memberikan persepsi kontras.

KESIMPULAN

Hubungan timbal balik antar kesulitan dalam pengkodean dan kapasitas persepsi itu sangat penting. Semakin sulit suatu pesan dipersepsi dan dipelajari, lebih sedikit kapasitas yang tersisa untuk memproses informasi tambahan.

Tiga prinsip persepsi yang utama adalah kesamaan, perbedaan dan kedekatan. Mudahnya, sesorang mengelompokan hal yang sama dan memisahkan hal yang berbeda. Dan prosesnya dipengaruhi oleh kedekatan ruang dan waktu dari hal ini. Konsepnya berdasarkan kesamaan, tetapi belajar menggunakannya dapat bergantung pada perbedaan yang dibedakan antara satu konsep dengan konsep lainnya. Sejumlah prinsip yang lebih spesifik untuk pengorganisasian, penataan dan pemolaan pesan diberikan dan dibahas pada bagian struktur ruang dan waktu.

0 comments: