Merangkum Sejumlah Penelitian dengan

PENELITIAN META-ANALISIS



Berbagai penelitian banyak dilakukan oleh para peneliti untuk mencari suatu kebenaran. Kebanaran yang dihasilkan akan digunakan untuk mencari solusi dari suatu masalah, menjelaskan peristiwa/kegiatan, hingga memprediksi peristiwa apa yang mungkin muncul di masa mendatang. Terlebih dalam dunia pendidikan, dimana para peneliti melakukan berbagai macam penelitian untuk menciptakan pendidikan yang lebih maju dan lebih baik. Dalam buku Educational Technology: A Review of The Research, banyak dikemukakan berbagai macam penelitian dalam Teknologi Pendidikan khususnya di bidang media pembelajaran. Penelitian tersebut banyak dilakukan dengan melakukan penelitian yang baru ataupun menggabungkan/membandingkan berbagai penelitian yang sudah ada dengan permasalahan yang serupa untuk kemudian diteliti kembali. Then, what kind of research is this?


PENELITIAN META-ANALISIS

Banyak penelitian dilakukan oleh seorang peneliti untuk menemukan sesuatu yang baru, namun ketika sebuah temuan diperoleh berulang kali, dalam berbagai kondisi, dapat dipastikan bahwa terdapat prinsip umum didalamnya. Meta-analisis memungkinkan kita untuk membandingkan atau menggabungkan hasil dari satu set penelitian serupa. Dalam penelitian individu, unit analisis adalah pengamatan seseorang. Sedangkan dalam meta-analisis, unit analisis adalah hasil dari penelitian seseorang.

   Glass (1976, p. 3) mendefinisikan meta-analisis sebagai analisis statistik dari berbagai kumpulan hasil analisis dari penelitian individu dengan tujuan untuk mengintegrasikan suatu temuan. Menurut Glass, Meta-analisis (a) menggunakan metode objektif untuk menemukan penelitian yang akan ditinjau kembali; (b) menjelaskan sifat dari suatu penelitian secara kuantitiatif atau semi-kuantitiatif; (c) mengungkapkan pengaruh pemberian treatment dari semua penelitian pada skala umum effect size; dan (d) menggunakan teknik statistik untuk menghubungkan sifat penelitian dengan hasil penelitian.

Istilah meta-analisis berarti 'analisis dari analisis'. Sebuah topik penelitian tertentu mungkin telah dilakukan sebelumnya dan diteliti kembali dengan berbagai cara, misalnya, jumlah sampel yang berbeda, dan dilakukan ditempat yang berbada dalam kondisi lingkungan, sosial dan ekonomi yang berbeda. Terkadang hasilnya tampak konsisten, tetapi belum tentu. Meta-analisis memungkinkan melakukan perbandingan yang lebih teliti daripada dengan “pengamatan” subjektif. Namun, teknik ini bergantung pada semua informasi yang relevan dan tersedia bagi masing-masing penelitian yang dilakukan.


Meta-analisis merupakan suatu metodologi objektif dan kuantitatif untuk mensintesis penelitian sebelumnya dan penelitian dalam topik tertentu kedalam sebuah temuan keseluruhan. Jelas bahwa penelitian meta-analisis menggunakan penelitian-penelitian yang sudah ada sebelumnya untuk diteliti kembali dan dibuat kesimpulan baru yang menyeluruh. Namun, tidak sembarang penelitian yang digabungkan atau dibandingkan, hanya penelitian dengan topik dan permasalahan serupa yang dapat disintetis yang dilakukan secara objektif dan kuantitatif.
Kuantitatif berarti bahwa hasil dari penelitian meta-analisis ini dapat berupa generalisiasi dari suatu penelitian. Dalam meta-analisis, metodologi kuantitatif digunakan untuk mendapatkan suatu generalisasi dari sejumlah besar penelitian yang digabungkan/dibandingkan.
Glass mengungkapkan karakteristik penelitian meta-analisis, antara lain:
a.   Meta-analisis mencakup hasil review.
b. Meta-analisis merupakan penerapan dari alat statistik untuk merangkum suatu data statisik, bukan data mentah.
c. Meta-analisis mencakup sejumlah besar penelitian. Dalam hal ini, jika peneliti hanya melakukan beberapa penelitian maka itu dinamakan mini-analisis.
d. Meta-analisis berfokus pada ukuran dari efek perlakuan, bukan hanya bermakna pada angka-angka statistik.
e. Meta-analisis berfokus pada hubungan antara sifat penelitian dengan hasil penelitian. Tujuannya penelitian meta-analisis tidak hanya meringkas sejumlah besar penelitian saja, tetapi bagiamana sifat dari suatu penelitian dapat mempengaruhi effect size.

Selain itu, Rosenthal (1984), juga menggunakan istilah meta-analisis untuk menjelaskan hampir setiap upaya yang dilakukan untuk menggabungkan dan membandingkan hasil statistik dari 2 atau lebih penelitian. Berbeda dengan Glass, Rosenthal berpendapat bahwa penelitian meta-analisis dapat dilakukan dalam jumlah penelitian yang sedikit. Sutjipto (1995), mengungkapkan bahwa meta-analisis adalah salah satu upaya untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif. Dengan kata lain, rangkuman dari berbagai hasil penelitian ini dapat digabungkan ataupun dibandingkan dengan metode kuantitatif.

Meta analisis pada hakekatnya merupakan sintesis sebuah topik yang diambil dari beberapa laporan penelitian. Berdasarkan sintesis tersebut ditarik sebuah kesimpulan mengenai topik yang diteliti. Penelitian ini menggunakan hasil-hasil penelitian yang sejenis sebagai data dasar dalam melakukan kajian dan kesimpulan. Dalam dunia pendidikan, meta-analisis biasanya digunakan untuk melihat signifikansi suatu treatment/intervensi terhadap subjek pembelajaran, yaitu siswa. Misalnya saja, pengaruh metode pembelajaran, motivasi siswa, sumber belajar terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, meta-analisis juga dapat digunakan untuk penelitian yang bukan desain eksperimen, misalnya saja penelitian deskriptif.
  




TUJUAN PENELITIAN META-ANALISIS

Tujuan utama dari dilakukannya penelitian analisis adalah untuk memberikan ketegasan metodologi yang sama pada tinjauan pustaka yang dibutuhkan dari penelitian eksperimental. Selain itu, penelitian meta-analisis juga dilakukan dengan tujuan untuk :
a. Membentuk data statistik yang bermakna terhadap suatu penelitian dengan hasil penelitian yang bertentangan.
b.      Mengembangkan perkiraan yang lebih tepat dari besarnya efek yang ada
c.     Memberikan analisis yang lebih kompleks dari kerugian, keamanan data dan manfaat penelitian.
d.  Menguji subkelompok dengan jumlah individu yang tidak signifikan secara statistik.

JENIS-JENIS

Sejauh ini penelitian meta-analisis telah digunakan dalam Tinjauan Pustaka Kuantitatif (Quantitative Literature Reviews). Ini merupakan review dari artikel dimana peneliti memilih sebuah temuan penelitian atau “efek” yang telah diselidiki dalam suatu penelitian pada sejumlah situasi yang berbeda. Mereka kemudian menggunakan meta-analisis untuk membantu dalam menjelaskan kekuatan keseluruhan dari suatu “efek”, dan dalam keadaan seperti apa ia akan lebih kuat atau lebih lemah.
Saat ini, pengetahuan mengenai teknik meta-analisis menjadi semakin luas, banyak penelitian yang mulai menggunakan Rangkuman Meta-Analisis (Meta-Analytic Summaries) dalam penelitian utama.  Dalam hal ini, meta-analisis digunakan untuk memberikan informasi yang mendukung pernyataan teoritis tertentu, yang biasanya mengenai kekuatan keseluruhan atau konsistensi dari suatu hubungan dalam penelitian yang dilakukan. Dapat dikatakan bahwa menghitung meta-analytic summary biasanya prosedurnya lebih mudah daripada melakukan tinjauan pustaka yang lengkap. Walau begitu tidak semua penelitian dapat ‘dimeta-analisiskan’, meta-analisis dapat diterapkan untuk kumpulan penelitian yang (a) empiris, daripada teoritis, (b) menghasilkan temuan yang kuantitatif, daripada temuan kualitatif, (c) menguji gagasan dan hubungan yang sama, (d) memiliki temuan yang dapat dibentuk kedalam bentuk statistikal yang dapat dibandingkan dan (e) “sebanding” dengan pertanyaan yang diajukan.
   Selain kedua hal tersebut, beberapa jenis penelitian yang berhubungan dengan penelitian meta-analisis antara lain:
a.      Randomized Controlled Study
b.      Cohort Study
c.       Case Series and Case Reports
d.      Case Control Study


METODOLOGI

   VOTE-COUNTING – Penggunaan penghitungan suara pada beberapa penelitian. Vote-Counting terkadang membingungkan efek “treatment” dan jumlah sampel karena signifikansi statistik pada suatu penelitian menjadi tujuan penelitian itu. Namun kesimpulan dari Vote-Counting  ini dapat menyesatkan.
CLASSIC OR GLASSIAN META-ANALYSIS – Awal mula meta-analisis yang dilakukan oleh Glass mengikuti pola meta-analisis konvensional; mulai dari menentukan pertanyaan yang akan diteliti, mengumpulkan penelitian, mencaritahu sifat penelitian dengan hasilnya, dan menganalisis hubungan antara keduanya. Penggunaan uji statistik konvensional membuat metode dan hasilnya dapat diakses oleh sebagian besar peneliti pendidikan. Namun, dengan menggunakan hasil penelitian sebagai unit analisis, akan menghasilkan data yang nonindependent dan memberikan bobot yang lebih besar untuk penelitian dengan banyak perbandingan.
STUDY EFFECT META-ANALYSIS – mengubah bentuk Glassian dalam dua cara. Pertama, aturan pemilihannya lebih selektif. Kedua, penelitian ini merupakan unit analisis dimana satu effect size dihitung untuk setiap penlitian.  Hal ini untuk menjaga independensi data dan memberikan bobot yang sama pada setiap penlitian yang disertakan. Sayangnya, hal ini juga mengurangi jumlah dari titik data yang dianalisis.
TESTS OF HOMOGENEITY – Tes Homogenitas dikembangkan untuk menentukan kemungkinan bahwa perbedaan antara effect sizes hanya kesalahan sampling, padahal pengukuran yang salah, jangkauan yang terbatas juga dapat mempengaruhi penelitian meta-analisis. Tes ini sangat mungkin untuk menunjukkan heterogenitas antar effect sizes bahkan saat perbadaan itu tidak penting baik secara praktis maupun teoritis.
PSYCHOMETRIC META-ANALYSIS -- Hunter and Schmidt menggabungkan beberapa pandangan diatas. Idealnya, meta-analisis harus memperkirakan efek “treatment” yang benar dalam kondisi tertentu yang ada dalam penelitian dan memprediksi efek “treatment” dalam kondisi yang ditentukan oleh peneliti. Sayangnya, teknik ini membutuhkan informasi penting dari setiap penelitian individu untuk perbaikan yang akuran terhadap effect sizes.

KESIMPULAN

Penelitian meta-analisis merupakan suatu kombinasi statistik hasil dari sejumlah penelitian yang sama dan dapat digabungkan maupun dibandingkan secara kuantitatif dengan tujuan untuk men-generalisasi data statistik pada penelitian yang dengan topik/masalah yang serupa. Meta-analisis juga merupakan cara yang lebih efisien dan efektif untuk merangkum hasil sejumlah besar penelitian.


SUMBER

A., R. M. (2006). Meta Analisis. Jurnal Pendidikan Penabur - No.06, 102-106.
Bangert-Drowns, R. L., & Rudner, L. M. (1991). Meta-Analysis in Educational Research. Practical Assessment, Research & Evaluation, 2(8). Retrieved from http://pareonline.net/getvn.asp?v=2&n=8
Burns, R. B., & Burns, R. A. (n.d.). Retrieved April 5, 2015, from http://www.uk.sagepub.com/burns/chapters.htm
Collaboration, T. C. (2011, Maret). Cochrane Handbook for Systematic Reviews of Interventions. Retrieved April 5, 2015, from http://handbook.cochrane.org/chapter_9/9_analysing_data_and_undertaking_meta_analyses.htm
Irawan. (2013, April 8). IRAWAN. Retrieved April 5, 2015, from http://derawan9.blogspot.com/2013/04/penelitian-meta-analisis.html
Kock, A. (2009). A GUIDELINE TO META-ANALYSIS. TIM Working Paper Series Vol. 2.
Kulik, J. A., & Kulik, C.-L. C. (1989). Meta-Analysis in Education. International Journal of Educational Research, 221-340.
Library, T. H. (2011, November). Study Design 101. Retrieved April 5, 2015, from https://himmelfarb.gwu.edu/tutorials/studydesign101/metaanalyses.html
Wilson, D. B. (2011, Agustus). David B. Wilson. Retrieved April 5, 2015, from http://mason.gmu.edu/~dwilsonb/ma.html



0 comments: